Puluhan Ternak Mati di Taput, Darah Diisap, Perut Dimakan

213
Istimewa
DARAH DIISAP: Itik milik warga mati secara misterius di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara mati secara misterius. Darahnya dihisap, sedikit bagian dalam perutnya dimakan, bangkainya dibiarkan begitu saja. Belum diketahui penyebabnya. Bupati Tapanuli Utara membuat sayembara senilai Rp 10 juta bagi yang bisa menangkap pelakunya.

TAPUT, BATAK.co – Puluhan hewan ternak milik warga di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, mati secara misterius. Darahnya diisap, sedikit bagian dalam perutnya dimakan, bangkainya dibiarkan begitu saja. Belum diketahui penyebabnya. Bupati Tapanuli Utara membuat sayembara senilai Rp 10 juta bagi yang bisa menangkap “pelakunya”.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, saat dihubungi via telepon, ada Selasa (23/6/2020) menjelaskan, hewan ternak yang mati misterius itu yakni ayam, itik, dan babi. Dia tidak merinci berapa jumlah yang mati. Namun, menurut dia, kematian hewan ternak tersebut telah membuat keresahan di masyarakat. Pasalnya, kejadian seperti ini baru sekali ini terjadi.

Masyarakat tidak memiliki pengalaman menghadapi penyebab kematian misterius hewan ternaknya. Jikapun sebelum-sebelumnya ada gangguan dari hewan lainnya, hanya sebatas monyet. Namun demikian, lanjut dia, pasti ada jejaknya. Begitu halnya dengan harimau, pasti ada jejak dan tidak hanya mengambil sedikit isi perut dan mengisap darahnya seperti yang terjadi saat ini.

“Hanya kelihatan jejak cakarannya di pohon, ternak itu hanya diisap darahnya dan sedikit bagian dalamnya dimakan. Kalau harimau, kan habis dimakan, ini tidak. Ini dagingnya tak dimakan, ceceran darah ada, tapi tidak banyak,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan cerita nenek moyang, kejadian-kejadian serupa disebabkan oleh homang, atau siamang, yang suka mengambil anak kucing untuk dibawa ke dalam hutan. Namun demikian, yang membuat penasaran, sesuatu yang menyerang ternak warga ini membingungkan karena mengisap darah dan meninggalkan bangkainya.

“Karena itu saat ini, kita bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, TNI, dan Polri, serta masyarakat kita lakukan perburuan, setiap hari berburu mencari hewan kalaulah itu hewan,” katanya.

Selain melakukan perburuan, tim gabungan itu juga memasang CCTV (camera trap) dan jebakan-jebakan di beberapa titik. Namun, juga belum mendapatkan jawaban yang pasti untuk mengetahui penyebab kematian misterius hewan ternak masyarakat Desa Pohan Tonga. Masyarakat juga dilibatkan dalam regu berburu untuk membangkitkan rasa kepercayaan dirinya.

Istimewa
Ternak babi milik warga mati secara misterius di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara mati secara misterius. Darahnya dihisap, sedikit bagian dalam perutnya dimakan, bangkainya dibiarkan begitu saja. Belum diketahui penyebabnya. Bupati Tapanuli Utara membuat sayembara senilai Rp 10 juta bagi yang bisa menangkap pelakunya.

Membuat Sayembara

Untuk menambah semangat dan sekaligus menenangkan masyarakat di lokasi, pihaknya membuat sayembara senilai Rp 10 juta. Uang tersebut nantinya untuk diberikan kepada siapa saja yang berhasil menangkap “pelaku” yang sudah membuat kehebohan di masyarakat tersebut.

“Saya putuskan untuk memberi istilahnya spirit ke orang yang mau mencari. Mereka bisa menenangkan masyarakat, mengantisipasi masyarakat dengan cara berburu. Dengan begitu, diharapkan hewan ini bisa ditangkap, mungkin jadi stres atau bagaimana,” katanya.

Apakah beruang madu pelakunya?  Nikson menambahkan, awalnya pernah menduga yang membuat itu adalah beruang madu. Namun demikian, dia pun meragukan karena walau pun ada jejak-jejak menyerupai beruang madu seperti yang terjadi di tanah maupun di pohon.

“Tapi sekali lagi, beruang madu kan konsumsi madu, bukan darah atau daging. Ada literatur, yang seperti itu mungkin anjing gila, seperti yang terjadi di Ukraina. Tapi, yang pasti kita sedang mencari tahu,” katanya.

Dari foto-foto yang beredar, hewan-hewan ternak yang mati di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Tapanuli Utara, itu kondisinya mengejutkan.  Itik-itik itu terdapat luka di bagian lehernya, ada yang tercabik-cabik, kemudian ternak babi, terdapat luka robek lebar di samping telinganya dan juga di perutnya.

Sementara itu, jejak-jejak juga terlihat di tanah dan pohon. Jejaknya berupa goresan-goresan. Selain itu, juga ditemukan beberapa helai bulu yang diduga milik hewan tersebut. (dewa/kps/net)

Komen Facebook