KM Restu Bundo Disambar Petir, 1 Orang Tewas, 4 Hilang, 2 Selamat

314
Foto: dokumen pribadi
Salah satu korban selamat dari insiden kapal tenggelam di Nias.

NISEL, BATAK.co – Sebuah kapal motor yang membawa tujuh nelayan, disambar petir saat berlayar mencari ikan di Perairan Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara, Selasa (19/11). Akibat kejadian tersebut, satu nelayan tewas di tempat, empat lainnya hilang dan dua lagi selamat.

Komandan Pos SAR Nias, Sukroadi Satrawijaya, menjelaskan kapal tersebut adalah KM Restu Bundo GT 5.  “Kapal tersambar petir di perairan Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan pada Selasa (19/11),” jelas, saat dihubungi, Jumat (22/11).

KM Restu Bundo berangkat Minggu (17/11) dari pelabuhan Sibolga tujuan sekitaran Pulau Pini untuk mencari ikan. Di dalam kapal ada tujuh nelayan asal Sibolga.

Namun, Selasa (19/11), kapal yang berada di tengah laut disambar petir. Dua nelayan berhasil berhasil keluar dari kapal dengan berenang ke tepian, namun satu ditemukan tewas sementara empat lagi belum ditemukan.

Dua nelayan yang selamat adalah Yanto, 40, dan Hutahuruk alias Wak Kuru, 36. “Korban selamat berenang ke tepian menggunakan jeriken. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu ke pos TNI AL Pulau Pini,” ungkapnya.

Sementara nelayan setempat menemukan seorang korban, atas nama Ama Eno Zebua, 35. Empat nelayan masih hilang adalah Barat, 50, Meti, 40, Dar, 40, dan Parman, 40.

“Korban meninggal dunia ditemukan nelayan, kemudian dievakuasi ke tempat dua orang yang selamat. Selanjutnya dievakuasi ke Pulau Tello. Sekarang korban berada di puskesmas Pulau Tello untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan visum,” jelasnya.

Pencarian masih terus dilakukan petugas dari Pos TNI AL bersama nelayan, namun belum juga membuahkan hasil.

Sedangkan salah satu korban selamat menjelaskan sempat terjatuh di dalam kapal begitu petir menyambar. Kapal terbakar dan dipenuhi asap pekat. Keduanya berhasil lolos keluar kapal dan berenang hampir dua jam menuju daratan. (nin/jpnn)

Komen Facebook