Terpapar Abu Sinabung, Petani di Karo Terancam Gagal Panen

191
Foto: Hendri setiawan/kps
Petani saat membersihkan tanaman kentang yang terpapar abu vulkanik Gunung api Sinabung dengan menggunakan alat seadanya.

KARO, BATAK.co – Dampak erupsi disertai dengan awan panas guguran, dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 7.000 meter pada Minggu (9/6/2019) lalu, menyebabkan 5 kecamatan di Karo terdampak abu vulkanik. Akibatnya, sebagian besar lahan pertanian di 5 kecamatan tersebut terancam mengalami gagal panen.

Kelima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Mardinding, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka, dan Kecamatan Berastagi.

Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, merupakan kecamatan terparah terpapar abu pasca erupsi 7000 meter kemarin. Sebagian besar lahan pertanian di desa ini tertutup material abu yang cukup tebal.

Seperti di lahan pertanian milik Usahanta Sitepu ini, lahan seluas 1 hektar miliknya terpapar abu vulkanik dengan ketebalan hingga 1 centimeter. Dia mengaku, dengan keadaan seperti ini tanaman yang dia tanam akan mengalami gagal panen.

“Luas lahan kita ini 1 hektar bang, kita menanam tomat, kentang, bunga kol, ya semuanya kena abu bang, kalo gak turun hujan beberapa hari ini, pasti rusak semua taman kita di sini bang karna abu gunung ini,” ujar Usahanta Sitepu, di lahan miliknya di Desa Sukandebi,  Rabu (12/6/2019).

Sitepu mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi seperti ini, dia hanya bisa mengantisipasi kerusakan dengan mengibas abu yang menutupi daun di tanamannya dengan menggunakan sapu alami yang ia buat dari ranting daun, ini dilakukan untuk membersihkan daun dari tumpukan abu vulkanik sinabung.

“Ya kita untuk menanggulanginya cuma bisa kibas-kibas daunnya bang, biar jatuh abunya, sambil nunggu hujan, kalo udah hujan nanti, baru kita semprot lagi dengan zat hijau daun biar bersih dia lagi,” ujarnya.

Dinas Pertanian Kabupaten Karo, masih melakukan pendataan terkait kerusakan lahan pertanian akibat dampak abu vulkanik Gunung api Sinabung. “Kita masih mendata lahan pertanian yang terpapar abu vulkanik pasca erupsi kemarin, berapa luas lahan terpapar dan berapa besar kerusakannya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Karo, Sarjana Purba, saat pengecekan langsung di Kecamatan Namanteran.

Gunung api Sinabung saat ini berstatus siaga level 3, dengan masih tingginya aktivitas Sinabung, warga tetap dihimbau untuk tidak memasuki zona merah Sinabung yang telah di rekomendasikan pos pvmbg. Yakni 3 km dari puncak Gunung api Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara, dan jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. (hendri/kps)

Komen Facebook