Krakatau Meletus 60 Kali Sehari, Peluang Tsunami Makin Kecil

227
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018).

PANDEGLANG, BATAK.CO – Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih terus mengeluarkan letusan. Dari pos pemantauan di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Krakatau tercatat meletus 60 kali pada Rabu (2/1/2019). Namun, letusan tersebut sangat kecil peluangnya memicu tsunami seperti yang terjadi pada 22 Januari 2018 lalu.

Hal tersebut disampaikan Petugas Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono. “Kalau letusan saat ini sangat kecil sekali peluangnya terjadi tsunami, karena sekarang gunungnya sudah jauh lebih rendah tinggal 110 meter lagi,” kata Deny saat ditemui di Posko Terpadu tsunami Selat Sunda, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

Dia mengatakan, saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih fluktuatif sejak adanya peningkatan pada Juni 2018 lalu. Gunung Anak Krakatau sempat menunjukkan tren penurunan aktivitas setelah terpantau ada rayapan pada badan hingga ukurannya menyusut dari 338 meter di atas permukaan laut (Mdpl) menjadi 110 Mdpl.

Sementara pada dua hari berturut-turut kemarin, Gunung Anak Krakatau tercatat meletus sebanyak 33 kali dan 60 kali letusan. Hingga saat ini status Gunung Anak Krakatau masih belum ada perubahan, tetap Level III Siaga.

Deny mengimbau masyarakat untuk mematuhi jarak bahaya yang ditetapkan, yakni lima kilometer dari gunung, karena memungkinkan untuk terkena lontaran material yang dikeluarkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau. (acep/kps)

Komen Facebook