Tsunami 5 Meter Terjang Pesisir Pandeglang, Warga Berlarian

147

PANDEGLANG, BATAK.CO – Rumah di pesisir pantai Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, roboh diterjang gelombang pasang setinggi lima meter.

“Kami tengah melakukan evakuasi dan peninjauan di lapangan juga belum diketahui jumlah rumah yang roboh maupun korban jiwa,” kata Camat Panimbang, Pandeglang,Banten,Suhaedi saat dihubungi, Sabtu (23/12/2018) malam seperti dikutip dari Antara.

Pihaknya bersama relawan Balawisata terjun ke lokasi yang terdampak gelombang pasang.

Kebanyakan korban yang diterjang gelombang pasang tersebut warga pesisir Pantai Panimbang.

Gelombang pasang cukup deras sehingga masyarakat menyelamatkan diri dengan berlari ke lokasi perbukitan dan pegunungan.

Selain itu, juga banyak masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas karena melarikan kendaraan dengan panik.

“Kami minta masyarakat tenang dan tidak panik karena bencana ini bukan tsunami, tetapi gelombang pasang,” katanya.

BMKG sebut sebagai tsunami

BMKG melalui twitnya awalnya menyatakan fenomena tersebut bukan tsunami melainkan gelombang tinggi. Namun, dalam siaran persnya, setelah melihat data dari empat stasiun pengamatan, BMKG menyebut gelombang tersebut termasuk tsunami.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Meski menyatakan tsunami, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada aktivitas seismik di sekitar lokasi gelombang tinggi. (Kps)

Komen Facebook