Gadis Tercantik Itu Menolak Menikah setelah Kena Dorma Sijundai

530
Foto: Agnes/detiktravel
Pemakaman Raja Sidabutar dan patung sang wanita yang dicintainya.

SAMOSIR, BATAK.CO – Di desa kecil pesisir Pulau Samosir, tersimpan sebuah kisah cinta kasih tak sampai. Konon, tunangan raja menolak dipersunting karena diduga terkena guna-guna. Sisa cinta sang raja hanya tinggal patung yang bisa dilihat wisatawan.

Jika ke Pulau Samosir, mampirlah ke desa kecil di pesisir timur pulau yang bernama Tomok, Sumatera Utara. Di dekat pelabuhan, ada pemakaman tradisional dari Raja Sidabutar.

Letak komplek pemakamannya kecil, dengan beberapa makam yang terbuat dari batu. Namun uniknya, di salah satu makamnya terdapat patung wanita yang bersanding dengan dua pria. Lho, siapakah dia?

Menurut pemandu lokal setempat, patung wanita itu adalah tunangan dari raja kedua Sidabutar yakni Oppu Ujung Barita Sidabutar. Patung tersebut berada di makam yang bentuknya tertinggi dibandingkan raja lainnya.

“Itu wanita di belakang Raja Kedua, tunangan yang tidak jadi istrinya,” katanya, seperti dikutip dari detikTravel.

Namanya, Anting Malela Boru Sinaga. Di masanya, ia adalah wanita tercantik di seluruh pelosok Samosir. Semua pria ingin mempersuntingnya, termasuk Sidabutar.

Dalam sebuah pertarungan, Sidabutar berhasil melawan semua lawannya yang ingin mendapatkan hati Anting. Singkat cerita, Sidabutar dan Anting menjalin hubungan selama 10 tahun.

Namun, ketika di hari pernikahan, tepatnya saat ingin disumpah oleh dukun panggana (dukun pernikahan), Anting dengan lantang menolaknya. “Ia berkata, saya tidak mencintai Sidabutar dan tak ingin menikahinya. Bubarkan pesta ini!”

Foto: Agnes/detiktravel
Inilah patung Anting Malela Boru Sinaga.

Dengan sedih hati, raja menerimanya. Tapi dengan kekuatan sakti rambut panjangnya ia berhasil mengetahui mengapa Anting menolak menikah dengannya. Anting diduga mencintai pria lain dan terkena guna-guna yang disebut dorma sijundai.

Jika guna-guna itu mengenai perempuan, ia tidak akan sembuh, bahkan bisa sakit jiwa sepanjang hidupnya.

“Patungnya dibuat sebelum mereka merencanakan pernikahan. Ini sebagai peringatan yang tak bisa dilupakan raja.”

Selain Oppu Barita, di sana juga terdapat makam lainnya. Seperti raja pertama Oppu Sari Buntu Sidabutar, raja ketiga Oppu Solompoan, panglima perang raja kedua, dan para tetua adat di zamannya yang bentuk makamnya lebih kecil. (shf/dtc)

 

Komen Facebook