Raja Morhot dari Irisan

208
Arca Batak-Ilustrasi

BATAK.CO – “Betapapun rasa sayangku atas tanah ini, aku akan meninggalkannya. Aku akan berangkat ke Hornaolis mendapatkan Raja Tagor Laut.”

Lalu sambungnya: “Hai para raja-raja sekalian, kalianlah tempat meminta nasihat. Berilah nasihat kepadaku, agar aku memiliki keteguhan hati dan tidak menyesal di kemudian hari,” katanya.

Tetapi orang banyak itu hanya memuji kepandaian Raja Dangol Halungunan, sambil menangis sedih memikirkan nasib mereka yang akan ditinggalkan raja.

***

Setelah perpisahan itu, berangkatlah si Dangol ke Hornaolis, membawa Guru Sojuangon bersamanya. Setelah tiba di Hornaolis, ia mendapati Raja Tagor Laut bersama warganya sedang dalam suasana perang.

Rupanya Raja dari Irisan sudah mengirimkan anak buahnya naik kapal untuk mengalahkan Hornaolis, jika Raja Tagor Laut terus menolak membayar upeti kepadanya, yang dulunya selalu dibayar ayahnya.

Dahulu, warga Hornaolis pernah dikalahkan orang Irisan. Agar jangan diperbudak dan kampungnya jangan dihancurkan, warga Hornaolis setuju membayar upeti kepada orang Irisan.

Di tahun pertama, mereka harus membayar 300 kati gelang-gelang. Di tahun kedua, 300 kati perak. Dan di tahun ketiga, 300 kati emas. Di tahun keempat, bukan emas aau perak lagi yang diminta orang Irisan dari Hornaolis. Tetapi anak laki-laki dan anak perempuan, 300 anak gadis dan 300 pemuda yang berumur 15 tahun, dan yang pandai berhitung.

Tetapi belakangan, sudah 15 tahun lamanya Raja Tagor Laut tak pernah lagi mau membayar upeti yang diminta. Dan karena batas kesabarannya sudah habis, Raja Irisan menyuruh Hulubalangnya yang bernama si Morhot, yakni ipar Raja, untuk menagihnya. Adapun si Morhot ini belum pernah kalah dalam pergulatan maupun main pencak silat.

Namun Raja Tagor Laut pun tak mau menyerah begitu saja. Ia pun mengundang seluruh raja dan hulubalang yang ada di negeri Hornaolis, untuk menyusun rencana. (bersambung)

Komen Facebook