Ke Kampung Raja Tagor Laut

308
Ilustrasi

BATAK.co – Meski si Dangol pandai berkata-kata, ia juga pandai menyembunyikan apa yang dirasanya perlu disembunyikan.

Karena itu ia menjawab: “Bukan ya Bapak-bapak… ayahku hanya pedagang, aku diam-diam meninggalkan rumah ibuku, mengikuti pelaut ke negeri yang jauh ini. Karena aku penasaran ingin mengetahui adat dan kehidupan oarng di negeri seberang. Dan jika Bapak kasihan aku daku, kiranya bersedia membawa aku yang masih muda ini ke tempat perburuan, aku sangat bergirang. Kan kuajarkan nanti pengetahuanku kepada para pemburu yang hebat seperti bapak-bapak,” katanya.

Mendengar kalimat si Dangol, para pemburu itu menjawab: “O Dangol, kami heran mendengar perkataanmu. Karena ternyata ada negeri di seberang laut di mana pedagang memiliki anak yang pintar, yang tau hal-hal yang tidak diketahui anak raja di negeri lain. Sekarang, engkau meminta menjadi pengikut kami. Kalau begitu, ayolah sama-sama, agar kami membawamu ke hadapan raja kami, Raja Tagor Laut.”

Setelah si Dangol selesai menyembelih daging rusa itu, ia menusukkan bagian per bagian ke ranting kayu yang berkait-kait, dan membaginya kepada para pemburu untuk dibawa. Setelah masing-masing mendapat bagian, si Dangol mengajari para pemburu itu berjalan berbaris, dua-dua satu baris. Yang terdepan diurut sesuai bagian daging rusa yang dibawanya, sehingga barisan terlihat teratur dan tertib.

Rombongan itu kembali ke kampung sambil bercakap-cakap selama dalam perjalanan. Adapun kampung para pemburu itu dikelilingi padang rumput dan parit, kolam dan kebun-kebun. Di pelabuhan yang ada di negeri itu, kapal-kapal datang dan pergi tak terbilang banyaknya. Itulah negeri yang kuat, teguh dan indah, yang tak bisa didekati musuh, dikelilingi tembok yang tinggi, dan bambu yang tak goyah diterjang angin.

Rumah adat yang ada di negeri itu ditukangi orang-orang yang kuat. Tiang utamanya dari batu karang yang didirikan.

Melihat semua itu, si Dangol jadi takjub dalam hatinya. Kemudian ia bertanya kepada para pemburu itu, apa nama kampung tersebut. (bersambung)

Komen Facebook