Dangol Diculik Gerombolan

172
Penculikan-Ilustrasi

BATAK.CO – Mereka memaksa si Dangol Halungunan ke perahu mereka, dan dibawa ke sebuah negeri yang tak tau apa namanya dan di mana letaknya.

Sebenarnya si Dangol telah mencoba melawan sekuat tenaga seperti singa yang terluka. Tetapi karena dia seorang diri, tenaganya tak sanggup melawan gerombolan itu.

Namun seperti kata orang-orangtua dahulu: Laut tidak suka membawa orang-orang jahat.

Maka datanglah angin dan topan badai berputar-putar mengombang-ambingkan perahu mereka ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang, tak tahu lagi ke mana arahnya. Delapan hari delapan malam mereka terombang-ambing di tengah laut tanpa berhasil mencapai daratan barang sejengkal pun.

Akhirnya pada hari kesembilan, mereka melihat sebuah pulau. Sayang, mereka tak berhasil mendekati karena pulau itu pulau karang yang curam.

Tak ayal, rombongan itu meratap menyesali segala perbuatannya yang buruk. Mereka teringat akan pepatah orangtua:

Jongjong do hau tinaba

Dililiti andor marhaliang

Jongjong do Amanta Debata

Marnida halak na hinilang

Karena itu, rombongan berkemas untuk membebaskan si Dangol. Mereka menurunkan sebuah sampan yang ada dalam perahu. Memasukkan si Dangol ke dalamnya. Lalu mendorong sampan itu ke arah darat.

Ajaibnya begitu si Dangol dibebaskan, angin dan gelombang besar kontan berhenti, tak ada lagi yang bergerak sedikitpun.

Si Dangol mengayuh perahu kecilnya ke pinggir laut, sedangkan gerombolan yang menculiknya mengemudi ke tengah laut.

Setelah si Dangol tiba di pinggir, ia memanjat batu karang dan naik ke atas. Ia melihat padang rumput yang luas dan di seberangnya hutan rimba yang lebat. Karena ketakutan, ia menangis keras-keras, teringat guru sekaligus sahabat karibnya Raja Sojuangon, juga kepada ayahnya Raja Rohana dan negerinya Rialubis.

”Duhai ayah.. duhai guru… Apa yang terjadi dengan anakmu ini,” tangisnya keras-keras.

Namun belum lama menangis, ia mendengar suara pemburu. Tak lama kemudian, ia melihat seekor rusa yang besar dikejar anjing milik para pemburu.

Setelah jaraknya dekat dengan si Dangol, si rusa mendadak jatuh karena digigiti anjing. (bersambung)

Komen Facebook