Dangol Belajar Berbagai Kepandaian

385
Ilustrasi

BATAK.CO – Sementara itu, Raja Moragan musuh Raja Ripe Mandopang sudah mengelilingi kampung Hanolnolan itu, untuk mencari tahu bagaimana Raja Rohana akan melawannya.

Tak berapa lama, kampung itupun menyerah, dan warganya menjadi tawanan. Raja Rohana menjadi takut kalau-kalau nanti Raja Moragan akan membunuh si Dangol Halungunan, kalau dia tahu bahwa anak itu adalah anak Raja Ripe Mandopang. Karena itu, ia mengakui si Dangol Halungunan sebagai anaknya sendiri. Dan membesarkannya bersama anaknya.

”Biarlah si Dangol kuakui sebagai anakku sendiri. Agar dia selamat,” kata Raja Rohana dalam hati.

Setelah Si Dangol Halungunan berumur kira-kira 7 tahun, dan tiba saatnya memisahkan dia dari pengasuhnya, Raja Rohana menyerahkan anak itu kepada seorang guru yang sangat pandai, bernama yaitu Hulubalang Raja Sojuangon.

Oleh Raja Sojuangon, si Dangol Halungunan diajari bermacam-macam kepandaian yang perlu diketahui sebagai seorang anak raja. Antara lain pencak silat, bela diri, dan bermain suling.

Tak berapa lama, Si Dangol Halungunan dengan cepat menangkap pelajaran-pelajaran yang diberikan gurunya. Ia sigap memegang panah dan bermain pedang, melempar batu dengan ketapel ayun, dll. Raja Sojuangon juga mengajarinya pelajaran moral, seperti jangan berbohong atau bersumpah. Dia mengajari si Dangol membantu orang lemah, dan selalu mengingat dan menepati janji. Ia juga diajari memainkan berbagai jenis musik, bermain kecapi dan suling, main serdam dan jenggong, dan maish banyak lagi. Juga segala ilmu untuk berburu. Kalau dia naik kuda, dan senjata-senjatanya terselip di tubuhnya, bisa dikatakan segala yang diajarkan padanya semua berhasil.

Semua yang mengenalnya akan menyebutnya gagah, terhormat sepereti raja, tidak ada cacat cela. Raja Rohana mengasihi Si Dangol Halungunan seperti anaknya sendiri. Tetapi dalam hatinya, ia menghormatinya sebagai raja.

Tetapi bak kata pepatah:

Simanuk-manuk do sibontar andora

Ndada sitodo turpuk siahut ni lomo ni roha di tano on.

Tanpa diduga dan tanpa disangka, seperti mimpi buruk, seorang yang jahat menculik anak kesayangannya itu. Suatu hari, datanglah tukang cerita dari Lumban Naruege ke negeri itu. Namanya tidak diketahui. Wajahnya tak dikenal. (bersambung)

Komen Facebook